Senin, 02 Januari 2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Limnologi (dari bahasa Inggris: limnology, dari bahasa Yunani: lymne, “danau”, dan logos, “pengetahuan”) merupakan padanan bagi biologi perairan darat, terutama perairan tawar. Lingkup kajiannya kadang-kadangmencakup juga perairan payau (estuaria). Limnologi merupakan kajian menyeluruh mengenai kehidupan di perairan darat, sehingga digolongkan sebagai bagian dari ekologi.Dalam bidang perikanan, limnologi dipelajari sebagai dasar bagi budidaya perairan (akuakultura) darat. Istilah Limnologi pertama kali digunakan oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Swiss (François Alfonse Forel) pada tahun 1892 yang mendefinisikan limnologi sebagai cabang ilmu yang mempelajari komponen biotik di perairan darat permukaan yang bersifat menggenang atau lentik. Tahun 1966, Dussart melengkapi definisi tersebut menjadi cabang ilmu yang mempelajari seluruh fenomena dan saling interaksi antar komponen biotik dan abiotik yang terjadi di dalamnya, baik pada ekosistem perairan darat permukaan yang tergenang (lentik) maupun pada perairan darat permukaan yang mengalir (lotik).
Para ahli mencoba menyederhanakan pengertian limnologi ini dengan “ilmu yang mempelajari proses interaksi faktor fisika, kimia dan biologi dalam sistem perairan darat (inland waters), dimulai dari garis pantai ke arah darat”, yang dimaksud adalah perairan tergenang dan mengalir yang berada di daratan. Ilmu limnologi selain mendeskripsikan sifat morfologis, tipe habitat, keaneka-ragaman hayati, dan proses-proses dasar yang terjadi di dalamnya. Berdasarkan definisi tersebut, maka objek kajian limnologi mencakup areal garapan yang meliputi biota (flora dan fauna) yang hidup di dalam  badan air dan sedimennya, kualitas air serta tipe perairan atau bentuk cekungan morfologi perairan dan hidrodinamikanya (yang sangat mempengaruhi komunitas biota dan kualitas air). Lebih jauh lagi, karena perairan darat itu  sangat terkait dengan daerah/kawasan yang berfungsi sebagai pensuplai airnya (Daerah Aliran Sungai=DAS), maka pengaruh aktivitas antropogenik di DAS masing-masing  perairan darat  itu pun termasuk dalam kajian cabang ilmu yang disebut limnology. Di dalam ruang lingkup limnology tentu saja banyak factor yang memberikan pengaruh terhadap perairan. Salah satunya mikroorganisme seperti bakteri yang bertanggung jawab untuk mendekomposisi limbah organik. Bila bahan organik seperti tanaman mati, daun, kliping rumput, pupuk, kotoran, atau bahkan sampah makanan hadir dalam pasokan air, bakteri akan memulai proses pemecahan limbah ini. Ketika ini terjadi, banyak yang tersedia oksigen terlarut dikonsumsi oleh bakteri aerobik, organisme air lainnya mengambil oksigen yang mereka butuhkan untuk hidup.
Suatu ekosistem dapat terbentuk oleh adanya interaksi antara makhluk dan lingkungannya, baik antara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup lainnya dan antara makhluk hidup dengan lingkungan abiotik (habitat). Interaksi dalam ekosistem didasari adanya hubungan saling membutuhkan antara sesama makhluk hidup dan adanya eksploitasi lingkungan abiotik untuk kebutuhan dasar hidup bagi makhluk hidup. Jika dilihat dari aspek kebutuhannya, sesungguhnya interaksi bagi makhluk hidup umumnya merupakan upaya mendapatkan energi bagi kelangsungan hidupnya yang meliputi pertumbuhan, pemeliharaan, reproduksi dan pergerakan.
Keberlangsungan tersebut membuat setiap individu berjuang untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Sehingga mereka memproduksi segala hal yang mereka butuhkan dalam melangsungkan hidupnya.

1.2.Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum mata kuliah limnology adalah sebagai berikut :
Ø Mahasiawa mampu melakukan pengukuran kualitas diperairan
Ø Mahasiawa mampu mengunakan alat untuk pengukuran  perairan
Ø Dan mampu melakukan analisa terhadap perairan

1.3. Deskripsi Arae Study
Adapun praktikum nin dilaksanakan diperairan tergenang ( lentik ) yaitu diperairan waduk atau bendungan keliling di Indrapuri. Kecamatan Aceh Besar. Perairan waduk atau bendungan ini dikelilingi oleh hutan dan pengunungan dengan sumber air langsung dari mata air dengan kedalaman rata-rata 20 m denagn luas 4. 667 ha, dan mulai digunakan pada tahun 2008.

1.4. Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakan praktikum limnology dilaksanakn pada perairan tergenang atau lentik di waduk atau bendungan keliling di Indrapuri, kecamatan Aceh Besar. Pada hari minggu, tanggal 18 Desember 2011 pada pukul 10:00-11:00 WIB
BAB II
DASAR TEORI

            Limnologi berasal dari bahasa yunani “limne” artinya genangan air yang berarti bias kolam, rawa, atau danau. Linologi mempelajari tentang sistem perairan. Didalamnya ternasuk danau dan kolam air tawar, danau, dan kolam air asin, rawa, sungai (rivers) dan aliran dan cucuran air (treams). (Musa, 2006) Limnologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal tentang perairan daratan yang mencakup factor-faktor abiotik serta interaksi yang terjadi di antarnya. Perairan daratan adalah suatu badan air yang ada di daratan atau yang masih berhubungan dengan daratan, termasuk danau, waduk, rawa, suatu atau estuari. ( Akdinbemfapri. 2009).
Ekosistem air daratan (inland water) dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu perairan lentik (berarus tenang misalnya danau, waduk, dan kolam) dan perairan lotik (yang berarus cepat atau perubahan akumulasi massa air terjadi dalam waktu yang cepat misalnya parit, kali, dan sungai). Perbedaan utama antara perairan lotik dan lentik adalah dalam kecepatan arus air. Perairan lentik mempunyai kecepatan arus yang lembat serta terjadi akumulasi massa air dalam periode waktu yang lama, sementara perairan lotik umunya mempunyai kecepatan arus yang tinggi disertai perpindahan massa air yang berlangsung dengan cepat (Barus, 2001).
            Daya dukung badan air dipengaruhi oleh luas, volume, badan air, dan gerak air. Misalnya, sebuah danau yang luas dan dalam, mempunyai daya dukung yang lebih besar daripada danau yang sempit, dangkal, airnya tenang dan mengalami pergantian air yang pelan. Hal ini disebabkan karena di danau dengan volume air yang besar yang tercampur oleh gelombang atau arus dan mengalami pengenceran dan terbawa keluar danau oleh adanya aliran keluar (Barus, 2004, hlm: 74).
Dalam danau zona limnetik dan profundal relatif besar ukurannya dibandingkan dengan zona litoral, bila kebalikannya disebut kolam. Jadi, zona limnetik adalah daerah produsen utama (daerah dimana energi cahaya diikat menjadi makanan) untuk danau secara keseluruhan. Fitoplankton dan keadaan alami dari dasar serta biota yang hidup di sana adalah daerah produsen utama dan komunitas di daerah ini merupakan bahan yang paling menarik untuk diteliti (Nontji, 2005, hlm : 79).
Ekosistem danau termasuk habitat air tawar yang memiliki perairan tenang yang dicirikan oleh adanya arus yang sangat lambat sekitar 0,1–1 cm/detik atau tidak ada arus sama sekali. Oleh karena itu residence time (waktu tinggal) air bisa berlangsung lebih lama. perairan danau biasanya memiliki stratifikasi vertikal kualitas air yang bergantung pada kedalaman dan musim.
( Wetzel 2001).

           
























BAB III
METODELOGY PERCOBAAN

3.1. Alat dan Bahan
            Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum mata kuliah limnology yang dilaksanakan diwaduk atau bendungan adalah sebanagi berikut :

No
Alat dan Bahan
Jumlah
1
Refrakto meter
1
2
Seechi disk
1
3
pH meter
1
4
DO meter
1
5
DHL meter
1
6
Tisu
1
7
Alat tulis
1
            Table 1. alat dan bahan

3.2. Metode Kerja
3.2.1. Refrakto meter
Ø  Lakukan kalibrasi terlebih duhu terhadap alat agar steril
Ø  Dilap dengan menggunakan tisu
Ø  Lihat atau terawang samapi angka menunjukkan nol
Ø  Teteskan air sampel sensor alat tersebut
Ø  Kemudian lahat atau terawang, amati angka yang ditunjukan
Ø  Catat hasil yang didapat
Ø  Lakukan kalibrasi lagi terhadap alat yang sydah siap dipakai

3.2.2. piring Seechi disk
Ø  Saiapkan alat terlebih dahulu
Ø  Celupkan kedalam perairan sampai kelihatan remang-remang
Ø  Kemudaian dicelupkan kedau sampai tidak terlihat lagi warna atau tidak jelas lagi
Ø  Catat hasil yang didapat
3.2.3. pH meter
Ø  Lakukan kalibrasi terlabih dahulu terhadap alat
Ø  Dilap dengan mengunakan tisu
Ø  Celupkan alat atau sensor kedalam air sampai batas waktu tertentu
Ø  Amati angka yang muncul pada layar, dan di ambil angka yang paling lama muncul atau angka yang sering terulang
Ø  Catat hasil yang didapat
Ø  Lakukan kalibrasi lagi terhadap alat yang sudah siap dipakai

3.2.4. DO Meter
Ø  Tentukan lokasi yang akan dijadikan sampel
Ø  Lakukan kalibrasi terhadap alat terlebih dahulu
Ø  Celupkan sensor DO metr kedalam air sampel
Ø  Dilihat hasilnya pada layar, dan diambil angka yang paling lama muncul ( didalam layar ini juga muncul suhu air )
Ø  Catat hasil yang didapatkan

3.2.5. Daya Hantar Listrik  (HDL)
Ø  Tentukan lokasi yang akan dijadikan sampel
Ø  Lakukan kalibrasi terhadap alat terlebih dahulu
Ø  Celupkan sensor DO metr kedalam air sampel
Ø  Dilihat hasilnya pada layar, dan diambil angka yang paling lama muncul
Ø  Catat hasil yang didapatkan







BAB IV
HASI DAN PEMBAHSAN

4.1. Hasil
            Pengukuran kualitas perairan dilakukan secara ber ulang-ulang, adpaun hasil yang didapat dari hasil pengamatan adalah sebagai berikut :
1.      Pengkuran pertama
No
Jenis
Hasil
1
Daya hantar listrik ( DHL )
189,7 m/s/cm
2
Suhu
29,7 °C
3
pH meter
7,9
4
DO meter
4,4 ppm
5
Kecerhan
82 cm
6
Densitas
0
7
Salinnitas
0
            Table 2. Pengukuran Pertama

2.      Pengukuran ke dua
No
Jenis
Hasil
1
Daya hantar listrik ( DHL )
189,9 m/s/cm
2
Suhu
29,7 ° C
3
pH meter
7,9
4
DO meter
4,6 ppm
5
Kecerhan
90 cm
6
Densitas
0
7
Salinnitas
0
Tabel 3. Pengukuran  Kedua




3.      Pengukuran ketiga
No
Jenis
Hasil
1
Daya hantar listrik ( DHL )
189,6 m/s/cm
2
Suhu
29,8 ° C
3
pH meter
7,9
4
DO meter
4,6 ppm
5
Kecerhan
71 cm
6
Densitas
0
7
Salinnitas
0
Tabel 4. Pengukuran Ketiga

4.      Rata-rata Kualitas Air
No
Jenis
Hasil
1
Daya hantar listrik ( DHL )
189,73 m/s/cm
2
Suhu
29,73 0 C
3
pH meter
7,9
4
DO meter
4,53 ppm
5
Kecerhan
81 cm
6
Densitas
0
7
Salinnitas
0
Tabel 5. Rata-rata kualitas air

4.2. Pembahasan
            Daya hantar listrik (DHL) yaitu kemampuan air meneruskan aliran listrik. Alat yang digunakan untuk mengukur DHL yaitu Konduktifity. Daya Hantar Listrik (DHL) pada bendungan keliling indra puri pada pukul 11.30 mempunyai nilai 34,7 m/s/cm, pada saat pengulangan per 5 menit mengalami perubahan yang signifikan berjumlah 34,5 m/s/cm.
            Kecerahan air diperairan merupakan tingkat penetrasi cahaya matahari di dalam suatu badan air yang dinyatakan dengan satuan panjang. Alat yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kecerahan air adalah seichi disk, yaitu berupa piringan yang diberi warna hitam putih dan dihubungkan dengan tongkat/tali pegangan yang mempunyai garis-garis skala. Pengukuran kecerahan air sebaiknya dilakukan pada saat siang hari dan cuaca relatif cerah. Kecerahan ini juga sangat mempengaruhi terhadap produktivitas fytoplankton diperairan.
            Suhu merupakan tempateur suatu langkungan yang diakibatkan oleh berbagai macam, baik atmosfer maupun udara, namun yang sangat mempengaruhi adalah matahari. Dimana sangat mempengaruhi proses kehidupan dan perkembanagn organisme-organisme diperairan, dan proses metaboli. Sahu yang ideal 28-31 0C.
            DO merupakan hal yang terpenting, ikan yang hidup diperiaran membutuhkan oksigen yang cukup. Kecepatan difusi oksigen dari udara tergantung dari beberapa faktor seperti kekeruhan air, suhu, salinitas, pergerakan massa air dan udara seperti arus, gelombang dan pasang surut. menyatakan bahwa kadar oksigen dalam air laut akan berubah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin tingginya salinitas.
            pH merupakan tingkat keasaman dan basanya suatu pperiaran diman dengan terganggunya pH akan mempengaruh buruk terhadap biota yang terdapat diperairan. Adapun pH yang didapati dibendungan keliling mencapai 7 dengan menggunakan 3 kali pengulangan dengan menggunakan indikator kertas lakmus. Perubahan pH sedikit saja dari pH alami akan memberikan petunjuk terganggunya sistem penyangga. Hal ini dapat menimbulkan perubahan dan ketidakseimbangan kadar CO2 yang dapat membahayakan kehidupan biota laut. Derajat keasaman (pH) air laut permukaan di Indonesia umumnya bervariasi dari lokasi ke lokasi antara 6.0 – 8.5. Perubahan pH dapat mempunyai akibat buruk terhadap kehidupan biota laut, baik secara langsung maupun tidak langsung.
            Salintas merupakan tingkat kadar garam dalam suatu perairan, namun kadar garam hanya terdapat pada air laut dan air payau saja, sedangkan pada air tawar bersalinitas nol atau tidak ada. Perlu diketahui, Secara ideal, salinitas merupakan jumlah dari seluruh garam pada setiap kilogram air laut. Secara praktis, adalah susah untuk mengukur salinitas di laut, oleh karena itu penentuan nilai salinitas dilakukan dengan meninjau komponen yang terpenting saja yaitu klorida (Cl).  
Densitas adalah pengukuran massa total air persatuan volume. Semakain tinggi densitas maka sacara semakin rendah pula massa air, dan apabila densitas rendah maka massa air akan tinggi. Dengan salinitas dan densitas, merupakan sifat air laut yang penting dan mempengaruhi pergerakan masa air di laut.

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
            Adapun kesimpulan yang dapt diambil setelah melaksanakn praktikum adalah sebagai berikut :
Ø  DO merukan hal yang paling utama yang diharapkan dalam suatu perairan
Ø  Semakain tinggi densitas maka sacara semakin rendah pula massa air, dan apabila densitas rendah maka massa air akan tinggi
Ø  Agar hasil yang didapat sesuai dengan yang diharapkan, mengikuti prosedur alat sanagtlah penting
Ø  Secara keseluruhan, kehidupan biota periran sangat bergantung dari kualitas suatu perairan.

5.2. Saran
            Adapun saran yang dapt dismapikan adalah seebagi berikut :
1.      Saran Untuk Asisten
Ø  Sebelum dilaksanakn praktikum, terlebih dahulu alat dicek
Ø  Keseriusan dalam melaksanakn praktikum sangatlah diharapkan. Baik untuk mahasiswa sendiri maupun  para asisten
Ø  Kedisiplinan dan ketertiban sanagtlah diharapkan, agar praktikum berjalan dengan lanjar
Ø  Buku panduan atau modul harap dibagi, agar mahasiswa dapat berpedoman pada buku atau modul tersebut

2.      Mata Kulaiah Limnologi
Ø  Praktokum mata kuliah limnology jangan hananya dilaksanakan sekali saja
Ø  Mahasiswa sanagt mengharapkan, praktikum yang khusus untuk mata kuliah limnology
DAFTAR PUSTAKA


Akdinbemfapri. 2009. Waste Water Engineering Design. Mc.Graw Hill. New York

 Barus, 2001 PPMPL (Pusat Penelitian Masalah Pencemaran Lingkungan).Indonesia

Barus, 2004, hlm: 74. Evaluasi Kualitas Fisika Kimia Air, sungai Ciliwung di Wilayah Kota Administrasi Depok bagi Kepentingan Perikanan. Skripsi. IPB. Bogor.

Nontji, 2005, hlm : 79. Physical Oceanography of the Southeast Asean Waters, NAGA Rep. 2. Scripps Inst. of  Oceanography La jolla, Calif.

Wetzel 2001Ekosistem Danau (terjemahan), Edisi kelima Jilid 3. Penerbit Erlangga. Jakarta
















Lampiran 1. Foto waduk atau bendungan keliling Indrapuri